Category: Budaya & Adat

  • Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho Resmikan Kedai ADO Presisi

    Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho Resmikan Kedai ADO Presisi

     Wajah pelayanan kepolisian di Sumatera Selatan kini tampil lebih santai dan membumi. Polda Sumsel resmi menghadirkan Kedai ADO Presisi di Polrestabes Palembang sebagai ruang kolaborasi unik antara korps bhayangkara dengan masyarakat, khususnya komunitas ojek online (Ojol).

    Diresmikan langsung oleh Kapolda Sumsel, Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., pada Selasa (5/5/2026), kedai yang berlokasi di Jalan KH Wahid Hasyim ini mengusung konsep segar: “Ngopi Presisi, Raso Palembang”.

    Tak hanya satu, peresmian ini menandai serentaknya operasional 21 Kedai Kamtibmas yang tersebar di 17 Polres jajaran se-Sumatera Selatan.

    Bukan tempat nongkrong biasa, Kedai ADO Presisi berfungsi sebagai pusat layanan terpadu yang dilengkapi bengkel motor, tempat pencucian kendaraan, mushola, hingga ruang dialog terbuka.

    Inovasi ini bertransformasi dari “Rumah Ojol” menjadi wadah komunikasi yang lebih representatif dan berkelanjutan.

    Irjen Pol Sandi Nugroho didampingi Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Sonny Mahar Budi Adityawan, saat di wawancarai awak media menegaskan, bahwa kedai ini adalah bukti nyata bahwa Polri ingin selalu berada di tengah masyarakat tanpa sekat.

    “Rekan-rekan driver ojek online merupakan mitra strategis dalam menjaga kamtibmas. Melalui Kedai Presisi ini, kita bangun komunikasi yang kuat untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif di Sumatera Selatan. Ini bukan sekadar tempat fisik, tapi jembatan kepercayaan,” tegas Kapolda usai memberikan bantuan sosial secara simbolis.

    Senada dengan hal tersebut, Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Wijaya Mukmin, S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa program ini adalah langkah konkret implementasi kebijakan Kapolri tentang community policing(pemolisian masyarakat) yang lebih humanis.

    “Setiap kedai menjadi ruang dialog antara Polri dan masyarakat. Ini adalah langkah konkret membangun kepercayaan publik yang berkelanjutan. Kita ingin hambatan komunikasi antara polisi dan warga hilang di meja kopi,” ujar Kombes Pol Nandang.

    Acara yang turut dihadiri Wali Kota Palembang Ratu Dewa, Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Sonny Mahar Budi Adityawan, dan jajaran TNI ini menunjukkan soliditas antar-instansi dalam membangun keamanan wilayah.

    Dengan adanya fasilitas bengkel dan pencucian motor, kedai ini sekaligus memberikan dampak ekonomi langsung bagi komunitas pengemudi ojol.

    Keberadaan 21 Kedai Kamtibmas dengan identitas lokal masing-masing di seluruh Sumsel kini menjadi simbol transformasi Polri yang semakin adaptif.

    Ke depan, Polda Sumsel berkomitmen memperluas jaringan kedai ini agar manfaatnya merasuk hingga ke lapisan masyarakat paling bawah dan pelaku usaha mikro.

  • Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho Resmikan Kedai ADO Presisi: Driver Ojol Mitra Jaga Kamtibmas

    Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho Resmikan Kedai ADO Presisi: Driver Ojol Mitra Jaga Kamtibmas

     Wajah pelayanan kepolisian di Sumatera Selatan kini tampil lebih santai dan membumi. Polda Sumsel resmi menghadirkan Kedai ADO Presisi di Polrestabes Palembang sebagai ruang kolaborasi unik antara korps bhayangkara dengan masyarakat, khususnya komunitas ojek online (Ojol).

    Diresmikan langsung oleh Kapolda Sumsel, Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., pada Selasa (5/5/2026), kedai yang berlokasi di Jalan KH Wahid Hasyim ini mengusung konsep segar: “Ngopi Presisi, Raso Palembang”.

    Tak hanya satu, peresmian ini menandai serentaknya operasional 21 Kedai Kamtibmas yang tersebar di 17 Polres jajaran se-Sumatera Selatan.

    Bukan tempat nongkrong biasa, Kedai ADO Presisi berfungsi sebagai pusat layanan terpadu yang dilengkapi bengkel motor, tempat pencucian kendaraan, mushola, hingga ruang dialog terbuka.

    Inovasi ini bertransformasi dari “Rumah Ojol” menjadi wadah komunikasi yang lebih representatif dan berkelanjutan.

    Irjen Pol Sandi Nugroho didampingi Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Sonny Mahar Budi Adityawan, saat di wawancarai awak media menegaskan, bahwa kedai ini adalah bukti nyata bahwa Polri ingin selalu berada di tengah masyarakat tanpa sekat.

    “Rekan-rekan driver ojek online merupakan mitra strategis dalam menjaga kamtibmas. Melalui Kedai Presisi ini, kita bangun komunikasi yang kuat untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif di Sumatera Selatan. Ini bukan sekadar tempat fisik, tapi jembatan kepercayaan,” tegas Kapolda usai memberikan bantuan sosial secara simbolis.

    Senada dengan hal tersebut, Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Wijaya Mukmin, S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa program ini adalah langkah konkret implementasi kebijakan Kapolri tentang community policing(pemolisian masyarakat) yang lebih humanis.

    “Setiap kedai menjadi ruang dialog antara Polri dan masyarakat. Ini adalah langkah konkret membangun kepercayaan publik yang berkelanjutan. Kita ingin hambatan komunikasi antara polisi dan warga hilang di meja kopi,” ujar Kombes Pol Nandang.

    Acara yang turut dihadiri Wali Kota Palembang Ratu Dewa, Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Sonny Mahar Budi Adityawan, dan jajaran TNI ini menunjukkan soliditas antar-instansi dalam membangun keamanan wilayah.

    Dengan adanya fasilitas bengkel dan pencucian motor, kedai ini sekaligus memberikan dampak ekonomi langsung bagi komunitas pengemudi ojol.

    Keberadaan 21 Kedai Kamtibmas dengan identitas lokal masing-masing di seluruh Sumsel kini menjadi simbol transformasi Polri yang semakin adaptif.

    Ke depan, Polda Sumsel berkomitmen memperluas jaringan kedai ini agar manfaatnya merasuk hingga ke lapisan masyarakat paling bawah dan pelaku usaha mikro.

  • Para Pembalap Wanita Indonesia Unjuk Gigi di Mandalika Kartini Race 2026

    Para Pembalap Wanita Indonesia Unjuk Gigi di Mandalika Kartini Race 2026

    Mandalika, 3 Mei 2026 – Mandalika Grand Prix Association (MGPA) bersama Krida Mataram sukses menyelenggarakan ajang balap “Queens of the Circuit – Mandalika Kartini Race 2026” yang berlangsung pada 1–3 Mei 2026 di Sirkuit Pertamina Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat.

    Ajang ini merupakan inisiatif untuk mendorong peningkatan partisipasi perempuan dalam dunia motorsport Indonesia. Mengusung konsep one make race, seluruh peserta menggunakan kendaraan Toyota Agya 1200 cc, sehingga kompetisi berlangsung setara dengan fokus pada kemampuan dan keterampilan masing-masing pembalap.

    Sebanyak 8 (delapan) pembalap wanita terpilih mengikuti kompetisi ini. Para peserta dikurasi oleh Women in Motorsport (WIM) dan berasal dari berbagai disiplin balap di Indonesia, yaitu:

    * Alexandra – mantan pembalap Formula Renault Asia
    * Alinka – pembalap multi-disiplin (all-around racer)
    * Audya Anjani – pendatang baru asal Lombok
    * Belove Athaya – pembalap drifting
    * Clio Tjoannadi – pembalap gokart
    * Vivit Fariana – pembalap drag race dan sprint rally
    * Patricia Purnomo – pembalap drag race dan sprint rally
    * Ine Rosdiana – pembalap Radical Time Attack

    Tidak hanya para pembalap, ajang ini juga melibatkan seluruh unsur operasional yang didominasi oleh perempuan, baik di dalam maupun di luar lintasan. Mulai dari pengemudi safety car oleh Amara Angelica, hingga petugas grid, starter, finisher, dan berbagai peran teknis lainnya.

    Rangkaian kegiatan berlangsung selama tiga hari, meliputi sesi latihan dan kualifikasi pada hari Jumat dan Sabtu, serta balapan final pada Minggu, 3 Mei 2026.

    Hasil Balapan (Race Classification)

    Berdasarkan hasil resmi balapan, berikut klasemen akhir Queens of the Circuit 2026:

    1. Alinka Hardianti (Women in Motorsport) – Juara 1
    2. Clio Tjoannadi (Women in Motorsport) – Juara 2
    3. Alexandra Asmasoebrata (Women in Motorsport) – Juara 3
    4. Audya Anjani (Krida)
    5. Ine Rosdiana (Cargloss Motorsport)
    6. Patricia Revalina (Putkar Reborn)
    7. Belove Athaya (Women in Motorsport)
    8. Vivit Fariana (Putkar Reborn)

    Alinka Hardianti tampil dominan sepanjang balapan dan juga mencatatkan fastest lap dengan waktu 2:06.496.

    Penyelenggaraan Queens of the Circuit tahun ini juga menjadi bagian dari rangkaian event motorsport berskala internasional, karena digelar bersamaan dengan GT World Challenge dan Mandalika Festival of Speed, yang semakin memperkuat posisi Sirkuit Mandalika sebagai salah satu pusat kegiatan balap di Indonesia.

    Melalui ajang ini, MGPA dan Krida Mataram berharap dapat membuka lebih banyak peluang bagi perempuan untuk berkiprah di dunia motorsport, baik sebagai pembalap maupun dalam berbagai peran profesional lainnya di industri ini.

  • QUEENS OF THE CIRCUIT – MANDALIKA KARTINI RACE 2026 Perkuat Peran Perempuan dalam Dunia Motorsport Indonesia

    QUEENS OF THE CIRCUIT – MANDALIKA KARTINI RACE 2026
    Perkuat Peran Perempuan dalam Dunia Motorsport Indonesia

    Mandalika, 3 Mei 2026 – Mandalika Grand Prix Association (MGPA) bersama Krida Mataram sukses menyelenggarakan ajang balap “Queens of the Circuit – Mandalika Kartini Race 2026” yang berlangsung pada 1–3 Mei 2026 di Sirkuit Pertamina Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat.

    Ajang ini merupakan inisiatif untuk mendorong peningkatan partisipasi perempuan dalam dunia motorsport Indonesia. Mengusung konsep one make race, seluruh peserta menggunakan kendaraan Toyota Agya 1200 cc, sehingga kompetisi berlangsung setara dengan fokus pada kemampuan dan keterampilan masing-masing pembalap.

    Sebanyak 8 (delapan) pembalap wanita terpilih mengikuti kompetisi ini. Para peserta dikurasi oleh Women in Motorsport (WIM) dan berasal dari berbagai disiplin balap di Indonesia, yaitu:

    * Alexandra – mantan pembalap Formula Renault Asia
    * Alinka – pembalap multi-disiplin (all-around racer)
    * Audya Anjani – pendatang baru asal Lombok
    * Belove Athaya – pembalap drifting
    * Clio Tjoannadi – pembalap gokart
    * Vivit Fariana – pembalap drag race dan sprint rally
    * Patricia Purnomo – pembalap drag race dan sprint rally
    * Ine Rosdiana – pembalap Radical Time Attack

    Tidak hanya para pembalap, ajang ini juga melibatkan seluruh unsur operasional yang didominasi oleh perempuan, baik di dalam maupun di luar lintasan. Mulai dari pengemudi safety car oleh Amara Angelica, hingga petugas grid, starter, finisher, dan berbagai peran teknis lainnya.

    Rangkaian kegiatan berlangsung selama tiga hari, meliputi sesi latihan dan kualifikasi pada hari Jumat dan Sabtu, serta balapan final pada Minggu, 3 Mei 2026.

    Hasil Balapan (Race Classification)

    Berdasarkan hasil resmi balapan, berikut klasemen akhir Queens of the Circuit 2026:

    1. Alinka Hardianti (Women in Motorsport) – Juara 1
    2. Clio Tjoannadi (Women in Motorsport) – Juara 2
    3. Alexandra Asmasoebrata (Women in Motorsport) – Juara 3
    4. Audya Anjani (Krida)
    5. Ine Rosdiana (Cargloss Motorsport)
    6. Patricia Revalina (Putkar Reborn)
    7. Belove Athaya (Women in Motorsport)
    8. Vivit Fariana (Putkar Reborn)

    Alinka Hardianti tampil dominan sepanjang balapan dan juga mencatatkan fastest lap dengan waktu 2:06.496.

    Penyelenggaraan Queens of the Circuit tahun ini juga menjadi bagian dari rangkaian event motorsport berskala internasional, karena digelar bersamaan dengan GT World Challenge dan Mandalika Festival of Speed, yang semakin memperkuat posisi Sirkuit Mandalika sebagai salah satu pusat kegiatan balap di Indonesia.

    Melalui ajang ini, MGPA dan Krida Mataram berharap dapat membuka lebih banyak peluang bagi perempuan untuk berkiprah di dunia motorsport, baik sebagai pembalap maupun dalam berbagai peran profesional lainnya di industri ini.

  • Kunjungi Ponpes Wali Songo, Kapolda Sumsel Implementasikan Program Presisi Lewat Pendekatan Religi

    Kunjungi Ponpes Wali Songo, Kapolda Sumsel Implementasikan Program Presisi Lewat Pendekatan Religi

    Main Image

    MUSI RAWAS — Polda Sumatera Selatan terus memperkuat komitmen menjaga persatuan dan kesatuan bangsa melalui kegiatan silaturahmi kebangsaan bersama tokoh agama dan masyarakat di Pondok Pesantren Wali Songo, Tugu Mulyo, Kabupaten Musi Rawas, Rabu, 29 April 2026.

     

    Kapolda Sumsel, Irjen Pol Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., memimpin langsung kunjungan tersebut sebagai bagian dari strategi pendekatan humanis Polri dalam merawat kebhinekaan serta menjaga stabilitas kamtibmas di wilayah Sumatera Selatan.

     

    Kegiatan ini dihadiri jajaran Pejabat Utama Polda Sumsel, tokoh agama, pengurus pondok pesantren, serta ratusan santri dan anggota Muslimat NU. Kehadiran Polri di lingkungan pesantren menjadi bentuk nyata sinergi dalam membangun ketahanan sosial berbasis nilai-nilai keagamaan.

     

    Dalam agenda tersebut, dilaksanakan istighosah bersama, tausiah kebangsaan, serta doa untuk keselamatan bangsa. Selain itu, Kapolda Sumsel juga membuka ruang dialog dengan para kiai dan ulama guna menyerap aspirasi masyarakat sebagai bagian dari pelayanan kepolisian yang inklusif.

     

    Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., menegaskan bahwa peran tokoh agama sangat strategis dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

     

    “Sinergi antara Polri dan ulama adalah fondasi penting dalam menjaga persatuan bangsa. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya para santri, untuk terus merawat kebhinekaan dan menjaga kerukunan sebagai kekuatan utama bangsa,” tegas Irjen Pol Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum.

     

    Ketua PWNU Sumatera Selatan, KH. Hendra Zainuddin Al Qadar, dalam tausiahnya menyampaikan apresiasi atas kehadiran Kapolda Sumsel yang dinilai mampu membangun kedekatan emosional antara Polri dan masyarakat.

     

    “Pendekatan yang dilakukan Kapolda Sumsel menunjukkan bahwa Polri hadir tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai sahabat umat dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan,” ujarnya.

     

    Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumatera Selatan, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi preventif dan preemtif Polri dalam menjaga stabilitas keamanan.

     

    “Polda Sumsel akan terus mengedepankan kemitraan dengan tokoh agama dan masyarakat dalam menjaga persatuan bangsa. Kebhinekaan adalah kekuatan yang harus kita rawat bersama,” ujar Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.

     

    Kegiatan silaturahmi kebangsaan ini menjadi wujud nyata implementasi Polri Presisi yang humanis, sekaligus memperkuat komunikasi antara aparat keamanan dan masyarakat dalam menjaga kondusivitas wilayah.

     

    Melalui sinergi yang terbangun dengan komunitas pesantren, Polda Sumatera Selatan memastikan stabilitas kamtibmas di wilayah Sumatera Selatan tetap terjaga guna mendukung seluruh agenda pembangunan nasional.

  • Polda Metro Bagikan Makanan ke Peserta May Day di Monas

    Polda Metro Bagikan Makanan ke Peserta May Day di Monas

    Jakarta – Polda Metro Jaya membagikan makanan kepada sejumlah massa aksi Hari Buruh Internasional atau May Day di Monas, Jakarta Pusat. Hal itu sebagai bentuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada para peserta aksi.
    “Polda Metro Jaya hadir bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga memberikan rasa nyaman kepada saudara-saudara kita yang sedang menyampaikan aspirasi. Pendekatan humanis seperti ini menjadi bagian dari pelayanan Polri kepada masyarakat,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto, kepada wartawan, Jumat (1/5/2026).

    Polisi membagikan makanan di depan Kantor Disnaker Provinsi DKI Jakarta, Gambir. Personel Polda Metro Jaya juga tampak berinteraksi dengan peserta aksi.

    Petugas membagikan makanan berupa siomay kepada para buruh. Hal itu menjadi bentuk kepedulian dan pendekatan humanis Polri dalam melayani masyarakat yang sedang menyampaikan aspirasi.

    “Hal-hal kecil seperti menyapa, berdialog, dan berbagi makanan dapat mencairkan suasana. Kami ingin seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, damai, dan penuh rasa saling menghormati,” ucapnya.

    Budi menyebut pembagian makanan itu merupakan bagian komunikasi dan pendekatan yang dibangun dengan pihak yang menyampaikan pendapat di muka umum. Dia mengajak masyarakat dan peserta agar tertib menjalankan aksinya.

    “Kami mengajak seluruh peserta aksi untuk bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif. Sampaikan aspirasi dengan tertib. Polri akan terus hadir sebagai penjaga kehidupan, pembangun peradaban, dan pejuang kemanusiaan, dengan tetap melayani serta menjaga keamanan bersama,” pungkasnya.

  • Komitmen Penuh  Kombes Pol Bayuaji Pastikan Program Klinik Terapung Terus Berjalan

    Komitmen Penuh  Kombes Pol Bayuaji Pastikan Program Klinik Terapung Terus Berjalan

    Komitmen untuk hadir dan melayani masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah pesisir dan pulau-pulau terpencil, terus diwujudkan oleh jajaran kepolisian.

    Direktorat Polisi Air dan Udara (Ditpolairud) Polda Sulawesi Utara (Sulut) kembali melaksanakan kegiatan sosial berupa Klinik Terapung, sebuah layanan kesehatan gratis yang membawa pelayanan medis langsung ke tengah laut menggunakan kapal.

     

    Kegiatan mulia ini dilaksanakan di atas kapal SPOB ALVINA, tepatnya di perairan Selat Lembeh, pada Kamis (30 April 2026). Pelayanan kesehatan ini merupakan bukti nyata kepedulian Polri terhadap akses kesehatan yang sulit dijangkau di wilayah perairan.

     

    Program Klinik Terapung ini sendiri merupakan gagasan besar yang telah dicanangkan sejak masa jabatan Komjen Pol. Mohammad Fadil Imran ketika menjabat sebagai Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri pada tahun 2023.

     

    Program ini digulirkan secara nasional untuk seluruh jajaran Ditpolairud di Indonesia, dengan tujuan utama menjangkau masyarakat yang tinggal di daerah yang sulit diakses melalui jalur darat.

     

    Di Sulawesi Utara, semangat pelayanan ini terus dihidupkan dan dikembangkan di bawah kepemimpinan Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas, S.H., M.H. yang baru menjabat sebagai Direktur Polairud Polda Sulut selama empat bulan.

    Sosok pemimpin yang dikenal berwibawa dan sangat dekat dengan masyarakat ini terus mendorong personelnya untuk tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga aktif dalam kegiatan kemanusiaan dan pelayanan publik.

     

    Kegiatan Klinik Terapung kali ini dipimpin langsung oleh Ipda Suleman Salino, S.H. Tim medis dan personel gabungan menggunakan Kapal Polisi tipe XV-2003 yang dikomandani oleh Brigpol Hany Wantaniah beserta 3 orang Awak Bawah Kapal (ABK).

     

    Dengan menggunakan fasilitas kapal polisi, tim medis dapat menepi ke desa-desa pesisir dan memberikan layanan pemeriksaan kesehatan umum, pembagian obat-obatan, serta penyuluhan kesehatan secara langsung dan gratis kepada warga yang membutuhkan.

     

    Kehadiran Klinik Terapung ini sangat dinantikan dan mendapatkan apresiasi tinggi dari masyarakat pesisir. Bagi warga yang tinggal di pulau-pulau kecil, akses ke rumah sakit seringkali memakan waktu dan biaya yang tidak sedikit.

    kehadiran Polri dengan membawa layanan kesehatan ke depan pintu rumah mereka menjadi bantuan yang sangat besar dan bermakna.

     

    Melalui kegiatan ini, Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar program seremonial, melainkan bukti nyata kehadiran negara dan institusi Polri di tengah masyarakat.

     

    Menurutnya, “Klinik Terapung ini merupakan program unggulan yang diinisiasi sejak masa pimpinan Bapak Komjen Pol. Mohammad Fadil Imran saat menjabat sebagai Kabaharkam Polri pada tahun 2023, dan kami terus melestarikannya hingga saat ini.

     

    Tujuannya sangat jelas, yaitu menjangkau saudara-saudara kita yang tinggal di wilayah perbatasan laut dan pulau terpencil yang selama ini mungkin sulit mendapatkan akses layanan kesehatan yang layak,” ujar Kombes Pol Bayuaji.

    Lebih lanjut, Dirpolairud yang baru menjabat selama empat bulan ini menjelaskan bahwa kehadiran Polri tidak hanya sebatas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga hadir untuk meringankan beban masyarakat di berbagai aspek kehidupan.

     

    “Kami ingin menunjukkan bahwa Polri hadir dengan hati. Melalui program ini, kami membawa pelayanan kesehatan gratis langsung ke depan pintu rumah mereka.

     

    Tidak perlu jauh-jauh ke kota atau ke rumah sakit, cukup di dermaga atau di pinggir pantai, warga sudah bisa mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan,” tambahnya.

     

    Di akhir keterangan, Semoga agar kegiatan sosial kemanusiaan ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang maksimal.

     

    “layanan yang kami berikan hari ini dapat bermanfaat dan meringankan beban saudara-saudara kami di pesisir dan pulau-pulau. Semoga kesehatan mereka selalu terjaga. Selain itu, saya juga berharap kegiatan seperti ini dapat mempererat tali silaturahmi dan kepercayaan masyarakat terhadap Polri,” tegasnya.

     

    “Kedepannya, kami berkomitmen akan terus berupaya menggelar kegiatan serupa di lokasi-lokasi lain yang membutuhkan, agar tidak ada satu pun warga yang terlewatkan dari perhatian dan pelayanan kami,” tutup Dirpolairud.

  • Komitmen Penuh Pimpinan Baru, Kombes Pol Bayuaji Pastikan Program Klinik Terapung Terus Berjalan

    Komitmen Penuh Pimpinan Baru, Kombes Pol Bayuaji Pastikan Program Klinik Terapung Terus Berjalan

    Komitmen untuk hadir dan melayani masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah pesisir dan pulau-pulau terpencil, terus diwujudkan oleh jajaran kepolisian.

    Direktorat Polisi Air dan Udara (Ditpolairud) Polda Sulawesi Utara (Sulut) kembali melaksanakan kegiatan sosial berupa Klinik Terapung, sebuah layanan kesehatan gratis yang membawa pelayanan medis langsung ke tengah laut menggunakan kapal.

     

    Kegiatan mulia ini dilaksanakan di atas kapal SPOB ALVINA, tepatnya di perairan Selat Lembeh, pada Kamis (30 April 2026). Pelayanan kesehatan ini merupakan bukti nyata kepedulian Polri terhadap akses kesehatan yang sulit dijangkau di wilayah perairan.

     

    Program Klinik Terapung ini sendiri merupakan gagasan besar yang telah dicanangkan sejak masa jabatan Komjen Pol. Mohammad Fadil Imran ketika menjabat sebagai Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri pada tahun 2023.

     

    Program ini digulirkan secara nasional untuk seluruh jajaran Ditpolairud di Indonesia, dengan tujuan utama menjangkau masyarakat yang tinggal di daerah yang sulit diakses melalui jalur darat.

     

    Di Sulawesi Utara, semangat pelayanan ini terus dihidupkan dan dikembangkan di bawah kepemimpinan Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas, S.H., M.H. yang baru menjabat sebagai Direktur Polairud Polda Sulut selama empat bulan.

    Sosok pemimpin yang dikenal berwibawa dan sangat dekat dengan masyarakat ini terus mendorong personelnya untuk tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga aktif dalam kegiatan kemanusiaan dan pelayanan publik.

     

    Kegiatan Klinik Terapung kali ini dipimpin langsung oleh Ipda Suleman Salino, S.H. Tim medis dan personel gabungan menggunakan Kapal Polisi tipe XV-2003 yang dikomandani oleh Brigpol Hany Wantaniah beserta 3 orang Awak Bawah Kapal (ABK).

     

    Dengan menggunakan fasilitas kapal polisi, tim medis dapat menepi ke desa-desa pesisir dan memberikan layanan pemeriksaan kesehatan umum, pembagian obat-obatan, serta penyuluhan kesehatan secara langsung dan gratis kepada warga yang membutuhkan.

     

    Kehadiran Klinik Terapung ini sangat dinantikan dan mendapatkan apresiasi tinggi dari masyarakat pesisir. Bagi warga yang tinggal di pulau-pulau kecil, akses ke rumah sakit seringkali memakan waktu dan biaya yang tidak sedikit.

    kehadiran Polri dengan membawa layanan kesehatan ke depan pintu rumah mereka menjadi bantuan yang sangat besar dan bermakna.

     

    Melalui kegiatan ini, Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar program seremonial, melainkan bukti nyata kehadiran negara dan institusi Polri di tengah masyarakat.

     

    Menurutnya, “Klinik Terapung ini merupakan program unggulan yang diinisiasi sejak masa pimpinan Bapak Komjen Pol. Mohammad Fadil Imran saat menjabat sebagai Kabaharkam Polri pada tahun 2023, dan kami terus melestarikannya hingga saat ini.

     

    Tujuannya sangat jelas, yaitu menjangkau saudara-saudara kita yang tinggal di wilayah perbatasan laut dan pulau terpencil yang selama ini mungkin sulit mendapatkan akses layanan kesehatan yang layak,” ujar Kombes Pol Bayuaji.

    Lebih lanjut, Dirpolairud yang baru menjabat selama empat bulan ini menjelaskan bahwa kehadiran Polri tidak hanya sebatas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga hadir untuk meringankan beban masyarakat di berbagai aspek kehidupan.

     

    “Kami ingin menunjukkan bahwa Polri hadir dengan hati. Melalui program ini, kami membawa pelayanan kesehatan gratis langsung ke depan pintu rumah mereka.

     

    Tidak perlu jauh-jauh ke kota atau ke rumah sakit, cukup di dermaga atau di pinggir pantai, warga sudah bisa mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan,” tambahnya.

     

    Di akhir keterangan, Semoga agar kegiatan sosial kemanusiaan ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang maksimal.

     

    “layanan yang kami berikan hari ini dapat bermanfaat dan meringankan beban saudara-saudara kami di pesisir dan pulau-pulau. Semoga kesehatan mereka selalu terjaga. Selain itu, saya juga berharap kegiatan seperti ini dapat mempererat tali silaturahmi dan kepercayaan masyarakat terhadap Polri,” tegasnya.

     

    “Kedepannya, kami berkomitmen akan terus berupaya menggelar kegiatan serupa di lokasi-lokasi lain yang membutuhkan, agar tidak ada satu pun warga yang terlewatkan dari perhatian dan pelayanan kami,” tutup Dirpolairud.

  • Gandeng PWI Bitung, Kombes Bayuaji Yudha Prajas Perketat Pengawasan BBM Subsidi dan Lindungi Laut

    Gandeng PWI Bitung, Kombes Bayuaji Yudha Prajas Perketat Pengawasan BBM Subsidi dan Lindungi Laut

     

    Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Polairud) Polda Sulawesi Utara terus memperkuat sinergi dengan insan pers. Hal ini ditandai dengan kegiatan silaturahmi yang digelar Direktur Polairud Polda Sulut, Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas, didampingi PS. Kasubdit Patroliairud Karel Tangay, bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bitung.

    Kegiatan yang berlangsung di Cafe Mono Box, Kecamatan Maesa, Kamis (30/04/2026), tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban, mencerminkan hubungan kemitraan yang semakin erat antara kepolisian dan media.

    Dalam kesempatan itu, Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas menegaskan pentingnya peran media dalam mendukung tugas kepolisian, khususnya di wilayah perairan yang memiliki tantangan tersendiri.“Di wilayah perairan, kami tidak bisa bekerja sendiri. Peran rekan-rekan wartawan sangat penting untuk saling berbagi informasi demi kepentingan masyarakat, khususnya warga Kota Bitung,” ujarnya.Ia juga menyoroti dampak dinamika global, termasuk konflik di Timur Tengah, yang berimbas pada kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Kondisi tersebut dinilai berpotensi memicu penyalahgunaan distribusi BBM dan gas bersubsidi di tengah masyarakat.“Kita harus bersama-sama mengawasi agar BBM bersubsidi digunakan sesuai peruntukannya. Begitu juga dengan LPG 3 kilogram yang merupakan subsidi pemerintah bagi masyarakat,” tegas Bayuaji.Lebih lanjut, ia turut mengajak masyarakat pesisir untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan laut dan pantai. Menurutnya, kelestarian ekosistem laut sangat bergantung pada kesadaran kolektif.“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, terutama di laut, serta mengurangi penggunaan plastik. Kebersihan pantai dan laut adalah tanggung jawab kita bersama,” tambahnya.Sementara itu, Ketua PWI Kota Bitung, Taizar Basalamah, menyampaikan apresiasi atas langkah Polairud Polda Sulut dalam membangun komunikasi yang baik dengan insan pers.

    Menurut Taizar, hubungan antara Polri dan wartawan merupakan kemitraan strategis dalam menyampaikan informasi yang akurat dan berimbang kepada masyarakat.

    “Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Sinergi antara Polri dan wartawan harus terus terjalin demi kepentingan publik,” ungkapnya.

  • Ditpolairud Polda Sulut Lakukan Trobosan Bidang Kesehatan

    Ditpolairud Polda Sulut Lakukan Trobosan Bidang Kesehatan

    Ditpolairud Polda Sulut Lakukan Trobosan Bidang Kesehatan

    BITUNG,  Inilah trobosan di bidang kesehatan, dilakukan Dirpolairud Polda Sulut, Kamis (30/4/2026).

    Melalui bidang kesehatan yang ada di Ditpolairud Polda Sulut, naik turun kapal yang ada di perairan Selat Lembeh Kota Bitung.

    “Trobosan pendekatan ke masyarakat pesisir.Ada klinik terapung melakukan pemeriksaan kesehatan ke nelayan dan awak kapal yang berada di atas kapal,” kata Direktur Polairud Polda Sulut Kombes Pol Bayu Aji Yudha Prajas, saat kong-kongko dengan puluhan wartawan di Kota Bitung Provinsi Sulut, Kamis (30/4/2026).

    Lanjut Bayu, selain itu ada Gas LPG 3 Kilogram harus di kawal agar tepat sasaran ke masyarakat.

    Selain itu pihaknya juga fokus pada Kebersihan lingkungan, harus dijaga bersama, kolaborasi bersama melakukan kegiatan bersih pantai dan himbauan ke warga pesisir jaga kebersihan lingkungan.

    Jangan buang sampah sembarangan, buang sampah pada tempatnya dan hindari penggunaan sampah plastik.

    Termasuk dengan lingkungan di laut, bermuara pada keberlangsungan ekosistem.

    “Mengenai lingkungan erat kaitannya dengan kebijakan lingkungan dari Presiden RI Prabowo Subianto, yaitu gerakan Asri (Aman, sehat, resik dan indah),” kata dia.

    Terpisah Ketua PWI Bitung Tezar Basalama, mewakili puluhan jurnalis yang mengikuti kegiatan kongko-kongko, memberikan apresiasi kepada Dirpolairud Polda Sulut.

    “Kami haral kedepan akan terus terjalin terys kemitraan ini,” kata Ketua PWI Bitung Tezar Basalama.

    Pihaknya berkomitmen akan kawal kebijakan institusi kepolisian di sektor migas.

    Termasuk keamanan dan ketertiban masyarakat pesisir di Kota Bitung.(redaksi)