Blog

  • Polda Jateng Hadirkan Layanan Mudik Terpadu 2026, Teknologi AI hingga layanan pengangkutan motor gratis

    Polda Jateng Hadirkan Layanan Mudik Terpadu 2026, Teknologi AI hingga layanan pengangkutan motor gratis

    _Teknologi AI hingga layanan pengangkutan motor gratis disiapkan demi perjalanan mudik yang lebih aman dan nyaman_

    Semarang 12/03/26 — Menyambut arus mudik Lebaran 2026, Polda Jawa Tengah menyiapkan berbagai inovasi pelayanan guna memastikan perjalanan masyarakat berlangsung aman, nyaman, dan lancar. Melalui konsep pelayanan bertajuk “Safety and Hospitality”, Polda Jateng menghadirkan Travel Assistance Corridor (TAC), sebuah sistem pengamanan dan pelayanan mudik terpadu yang terhubung dengan dashboard monitoring center secara real-time.

    *Koridor Pengamanan dan Pelayanan Mudik Terintegrasi*

    Travel Assistance Corridor (TAC) menjadi pusat integrasi berbagai program unggulan pelayanan mudik Polda Jateng. Sistem ini memungkinkan pemantauan kondisi arus lalu lintas serta pelayanan kepada masyarakat secara langsung melalui pusat kendali yang terhubung dengan berbagai titik pengamanan di lapangan.
    Melalui TAC, berbagai layanan seperti Valet and Ride, One Stop Service Posko Pelayanan Mudik, serta layanan digital Chat Sipolan dapat berjalan secara terpadu untuk memberikan pengalaman mudik yang lebih aman dan nyaman.

    *Valet and Ride, Solusi Aman Bagi Pemudik Motor*

    Salah satu inovasi yang disiapkan adalah Valet and Ride, layanan pengangkutan sepeda motor pemudik menggunakan kendaraan khusus. Dengan fasilitas ini, pemudik dapat melanjutkan perjalanan menggunakan bus secara lebih aman dan nyaman, yang dimulai dari Brebes hingga Kota Semarang.
    Program ini dihadirkan untuk mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas yang kerap terjadi pada perjalanan jarak jauh menggunakan sepeda motor, sekaligus membantu pemudik agar tidak mengalami kelelahan selama perjalanan.

    *One Stop Service, Semua Layanan Mudik dalam Satu Lokasi*

    Polda Jateng juga menyiapkan One Stop Service di berbagai Posko Pelayanan Mudik. Dalam satu lokasi, pemudik dapat memperoleh berbagai layanan sekaligus, mulai dari layanan kesehatan, informasi perjalanan, tempat istirahat, hingga pelayanan kepolisian.
    Keberadaan posko terpadu ini diharapkan dapat membantu pemudik beristirahat dengan nyaman sekaligus mendapatkan bantuan dengan cepat apabila mengalami kendala selama perjalanan.

    *Chat Sipolan, Asisten Mudik Berbasis AI*

    Untuk memudahkan masyarakat memperoleh informasi, Polda Jateng menghadirkan Chat Sipolan (Sistem Informasi Polantas Polda Jateng), layanan chatting berbasis kecerdasan buatan (AI) melalui WhatsApp.
    Melalui layanan ini, masyarakat dapat memperoleh berbagai informasi perjalanan secara cepat, akurat, dan real-time.
    Informasi yang tersedia meliputi program Valet and Ride, lokasi One Stop Service Posko Pelayanan Mudik, rekayasa lalu lintas, kondisi kemacetan, jalur alternatif, cuaca, hingga informasi penting lainnya seperti kontak darurat, lokasi rest area, pos pelayanan, pos pengamanan, serta objek wisata di Jawa Tengah.

    *Mudah Diakses, Gratis, dan Dapat Diakses 24 Jam*

    Chat Sipolan dapat diakses dengan mudah hanya dengan memindai barcode yang telah disediakan.
    Layanan ini tersedia gratis selama 24 jam melalui aplikasi Whatsapp, serta dilengkapi fitur pesan suara agar pengemudi tetap dapat memperoleh informasi tanpa harus mengalihkan fokus saat berkendara.
    Selain itu, layanan ini juga terintegrasi langsung dengan Call Center 110 Polri, sehingga masyarakat dapat segera mendapatkan bantuan apabila mengalami kendala di perjalanan.
    Melalui berbagai inovasi pelayanan ini, Polda Jawa Tengah berharap perjalanan mudik Lebaran 2026 dapat berlangsung lebih aman, tertib, dan menyenangkan bagi seluruh masyarakat yang melintasi wilayah Jawa Tengah.

  • Polda Jateng Hadirkan Layanan Mudik Terpadu 2026

    Polda Jateng Hadirkan Layanan Mudik Terpadu 2026

    Polda Jateng Hadirkan Layanan Mudik Terpadu 2026

    _Teknologi AI hingga layanan pengangkutan motor gratis disiapkan demi perjalanan mudik yang lebih aman dan nyaman_

    Semarang 12/03/26 — Menyambut arus mudik Lebaran 2026, Polda Jawa Tengah menyiapkan berbagai inovasi pelayanan guna memastikan perjalanan masyarakat berlangsung aman, nyaman, dan lancar. Melalui konsep pelayanan bertajuk “Safety and Hospitality”, Polda Jateng menghadirkan Travel Assistance Corridor (TAC), sebuah sistem pengamanan dan pelayanan mudik terpadu yang terhubung dengan dashboard monitoring center secara real-time.

    *Koridor Pengamanan dan Pelayanan Mudik Terintegrasi*

    Travel Assistance Corridor (TAC) menjadi pusat integrasi berbagai program unggulan pelayanan mudik Polda Jateng. Sistem ini memungkinkan pemantauan kondisi arus lalu lintas serta pelayanan kepada masyarakat secara langsung melalui pusat kendali yang terhubung dengan berbagai titik pengamanan di lapangan.
    Melalui TAC, berbagai layanan seperti Valet and Ride, One Stop Service Posko Pelayanan Mudik, serta layanan digital Chat Sipolan dapat berjalan secara terpadu untuk memberikan pengalaman mudik yang lebih aman dan nyaman.

    *Valet and Ride, Solusi Aman Bagi Pemudik Motor*

    Salah satu inovasi yang disiapkan adalah Valet and Ride, layanan pengangkutan sepeda motor pemudik menggunakan kendaraan khusus. Dengan fasilitas ini, pemudik dapat melanjutkan perjalanan menggunakan bus secara lebih aman dan nyaman, yang dimulai dari Brebes hingga Kota Semarang.
    Program ini dihadirkan untuk mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas yang kerap terjadi pada perjalanan jarak jauh menggunakan sepeda motor, sekaligus membantu pemudik agar tidak mengalami kelelahan selama perjalanan.

    *One Stop Service, Semua Layanan Mudik dalam Satu Lokasi*

    Polda Jateng juga menyiapkan One Stop Service di berbagai Posko Pelayanan Mudik. Dalam satu lokasi, pemudik dapat memperoleh berbagai layanan sekaligus, mulai dari layanan kesehatan, informasi perjalanan, tempat istirahat, hingga pelayanan kepolisian.
    Keberadaan posko terpadu ini diharapkan dapat membantu pemudik beristirahat dengan nyaman sekaligus mendapatkan bantuan dengan cepat apabila mengalami kendala selama perjalanan.

    *Chat Sipolan, Asisten Mudik Berbasis AI*

    Untuk memudahkan masyarakat memperoleh informasi, Polda Jateng menghadirkan Chat Sipolan (Sistem Informasi Polantas Polda Jateng), layanan chatting berbasis kecerdasan buatan (AI) melalui WhatsApp.
    Melalui layanan ini, masyarakat dapat memperoleh berbagai informasi perjalanan secara cepat, akurat, dan real-time.
    Informasi yang tersedia meliputi program Valet and Ride, lokasi One Stop Service Posko Pelayanan Mudik, rekayasa lalu lintas, kondisi kemacetan, jalur alternatif, cuaca, hingga informasi penting lainnya seperti kontak darurat, lokasi rest area, pos pelayanan, pos pengamanan, serta objek wisata di Jawa Tengah.

    *Mudah Diakses, Gratis, dan Dapat Diakses 24 Jam*

    Chat Sipolan dapat diakses dengan mudah hanya dengan memindai barcode yang telah disediakan.
    Layanan ini tersedia gratis selama 24 jam melalui aplikasi Whatsapp, serta dilengkapi fitur pesan suara agar pengemudi tetap dapat memperoleh informasi tanpa harus mengalihkan fokus saat berkendara.
    Selain itu, layanan ini juga terintegrasi langsung dengan Call Center 110 Polri, sehingga masyarakat dapat segera mendapatkan bantuan apabila mengalami kendala di perjalanan.
    Melalui berbagai inovasi pelayanan ini, Polda Jawa Tengah berharap perjalanan mudik Lebaran 2026 dapat berlangsung lebih aman, tertib, dan menyenangkan bagi seluruh masyarakat yang melintasi wilayah Jawa Tengah.

  • Polda Jateng Hadirkan Layanan Mudik Terpadu 2026

    Polda Jateng Hadirkan Layanan Mudik Terpadu 2026

    _Teknologi AI hingga layanan pengangkutan motor gratis disiapkan demi perjalanan mudik yang lebih aman dan nyaman_

    Semarang 12/03/26 — Menyambut arus mudik Lebaran 2026, Polda Jawa Tengah menyiapkan berbagai inovasi pelayanan guna memastikan perjalanan masyarakat berlangsung aman, nyaman, dan lancar. Melalui konsep pelayanan bertajuk “Safety and Hospitality”, Polda Jateng menghadirkan Travel Assistance Corridor (TAC), sebuah sistem pengamanan dan pelayanan mudik terpadu yang terhubung dengan dashboard monitoring center secara real-time.

    *Koridor Pengamanan dan Pelayanan Mudik Terintegrasi*

    Travel Assistance Corridor (TAC) menjadi pusat integrasi berbagai program unggulan pelayanan mudik Polda Jateng. Sistem ini memungkinkan pemantauan kondisi arus lalu lintas serta pelayanan kepada masyarakat secara langsung melalui pusat kendali yang terhubung dengan berbagai titik pengamanan di lapangan.
    Melalui TAC, berbagai layanan seperti Valet and Ride, One Stop Service Posko Pelayanan Mudik, serta layanan digital Chat Sipolan dapat berjalan secara terpadu untuk memberikan pengalaman mudik yang lebih aman dan nyaman.

    *Valet and Ride, Solusi Aman Bagi Pemudik Motor*

    Salah satu inovasi yang disiapkan adalah Valet and Ride, layanan pengangkutan sepeda motor pemudik menggunakan kendaraan khusus. Dengan fasilitas ini, pemudik dapat melanjutkan perjalanan menggunakan bus secara lebih aman dan nyaman, yang dimulai dari Brebes hingga Kota Semarang.
    Program ini dihadirkan untuk mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas yang kerap terjadi pada perjalanan jarak jauh menggunakan sepeda motor, sekaligus membantu pemudik agar tidak mengalami kelelahan selama perjalanan.

    *One Stop Service, Semua Layanan Mudik dalam Satu Lokasi*

    Polda Jateng juga menyiapkan One Stop Service di berbagai Posko Pelayanan Mudik. Dalam satu lokasi, pemudik dapat memperoleh berbagai layanan sekaligus, mulai dari layanan kesehatan, informasi perjalanan, tempat istirahat, hingga pelayanan kepolisian.
    Keberadaan posko terpadu ini diharapkan dapat membantu pemudik beristirahat dengan nyaman sekaligus mendapatkan bantuan dengan cepat apabila mengalami kendala selama perjalanan.

    *Chat Sipolan, Asisten Mudik Berbasis AI*

    Untuk memudahkan masyarakat memperoleh informasi, Polda Jateng menghadirkan Chat Sipolan (Sistem Informasi Polantas Polda Jateng), layanan chatting berbasis kecerdasan buatan (AI) melalui WhatsApp.
    Melalui layanan ini, masyarakat dapat memperoleh berbagai informasi perjalanan secara cepat, akurat, dan real-time.
    Informasi yang tersedia meliputi program Valet and Ride, lokasi One Stop Service Posko Pelayanan Mudik, rekayasa lalu lintas, kondisi kemacetan, jalur alternatif, cuaca, hingga informasi penting lainnya seperti kontak darurat, lokasi rest area, pos pelayanan, pos pengamanan, serta objek wisata di Jawa Tengah.

    *Mudah Diakses, Gratis, dan Dapat Diakses 24 Jam*

    Chat Sipolan dapat diakses dengan mudah hanya dengan memindai barcode yang telah disediakan.
    Layanan ini tersedia gratis selama 24 jam melalui aplikasi Whatsapp, serta dilengkapi fitur pesan suara agar pengemudi tetap dapat memperoleh informasi tanpa harus mengalihkan fokus saat berkendara.
    Selain itu, layanan ini juga terintegrasi langsung dengan Call Center 110 Polri, sehingga masyarakat dapat segera mendapatkan bantuan apabila mengalami kendala di perjalanan.
    Melalui berbagai inovasi pelayanan ini, Polda Jawa Tengah berharap perjalanan mudik Lebaran 2026 dapat berlangsung lebih aman, tertib, dan menyenangkan bagi seluruh masyarakat yang melintasi wilayah Jawa Tengah.

  • Wakapolri Jelaskan Strategi Rekayasa Lalin Saat Arus Mudik 2026

    Wakapolri Jelaskan Strategi Rekayasa Lalin Saat Arus Mudik 2026


    Jakarta – Pemerintah memprediksi Lebaran 2026 akan melibatkan sedikitnya 143,9 juta orang yang akan melakukan perjalanan mudik. Menanggapi skala pergerakan massa yang masif tersebut, Polri menggelar Operasi Ketupat 2026 yang melibatkan161 ribu personel gabungan dari berbagai instansi terkait.
    Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo menjelaskan strategi rekayasa lalu lintas telah disusun secara matematis berdasarkan data traffic counting secara real-time. Pihaknya akan menerapkan kebijakan rekayasa lalin sesuai sesuai indikator data lalu lintas tersebut.

    “Operasi Ketupat 2026 dilaksanakan melalui mekanisme koordinasi lintas sektoral yang sangat ketat. Kami akan menerapkan rekayasa lalu lintas di jalur tol maupun arteri dengan indikator yang terukur,” kata Dedi saat konferensi pers di Gedung Bina Graha, Jakarta Pusat, Rabu (11/3/2026).

    Polri Kawal Harga Pangan Jelang Lebaran, Siap Tindak Tegas Jika Ada Anomali
    Dedi memastikan setiap kebijakan lalu lintas yang diambil akan disosialisasikan ke masyarakat. Sosialisasi setidaknya dilakukan 2 jam sebelum eksekusi.

    “Setiap kebijakan akan kami sosialisasikan kepada publik paling lambat dua jam sebelum eksekusi agar masyarakat memiliki waktu untuk menyesuaikan perjalanan mereka,” ujarnya.

    Sementara, Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyatakan pemerintah telah menyiapkan pengamanan berupa jalur fungsional untuk mengurai titik-titik jenuh. Sebanyak 10 ruas tol fungsional di Jawa-Sumatera disiagakan.

    “Kami menyiagakan 10 ruas tol fungsional di Jawa, Sumatera, dan Kalimantan untuk memecah arus. Selain itu, pemerintah memberikan stimulus berupa diskon tarif tol hingga 30% dan diskon tiket transportasi umum untuk mendorong distribusi pemudik agar tidak menumpuk di waktu puncak,” ungkap AHY.

    Selain fokus pada kelancaran arus, Operasi Ketupat 2026 juga menitikberatkan pada aspek keselamatan jiwa. Sebanyak 2.746 pos pengamanan yang terdiri dari 1.624 Pos Pengamanan, 779 Pos Pelayanan, dan 343 Pos Terpadu serta akan dilengkapi dengan fasilitas kesehatan darurat dan bengkel siaga.

    Pemerintah mengimbau agar para pemudik memastikan kondisi fisik dan kendaraan dalam keadaan prima sebelum memulai perjalanan panjang menuju kampung halaman.

    Dengan sinergi antar Kementerian Lembaga ini, Operasi Ketupat 2026 diharapkan mampu menciptakan perjalanan mudik tahun ini menjadi aman dan nyaman.

  • Kapolri : Anggota Terlibat Narkoba, Jangan Ragu .. Pecat !

    Kapolri : Anggota Terlibat Narkoba, Jangan Ragu .. Pecat !

    Kapolri Instruksikan Tindak Tegas Anggota Terlibat Narkoba: Jangan Ragu Pecat!
    ​Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan pernyataan tegas terkait oknum kepolisian yang terjerat kasus penyalahgunaan narkotika. Beliau menekankan bahwa tidak ada toleransi bagi anggota yang melanggar hukum tersebut dan menginstruksikan jajaran di bawahnya untuk memberikan sanksi pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) bagi mereka yang terbukti bersalah

  • Buka Puasa TNI-Polri, Kapolri Ajak Kawal Kebijakan Strategis Presiden Prabowo

    Buka Puasa TNI-Polri, Kapolri Ajak Kawal Kebijakan Strategis Presiden Prabowo


    Jakarta – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri acara Buka Puasa Bersama TNI-Polri. Dalam sambutannya, Jenderal Sigit menekankan pentingnya sinergitas TNI-Polri untuk mengawal kebijakan strategis Presiden Prabowo Subianto di tengah ketidakpastian situasi global.
    Acara digelar di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (11/3/2026). Hadir jajaran pejabat tinggi negara, di antaranya Menteri Pertahanan (Mehhan) Sjafrie Sjamsoedin, Ketua Komisi I DPR RI periode 2024-2029 Utut Adianto, Penasihat Khusus Presiden Bidang Kamtibmas dan Reformasi Kepolisian Komjen (Purn) Ahmad Dofiri, Ketua Umum MUI Anwar Iskandar, sejumlah wakil menteri Kabinet Merah Putih hingga jajaran pejabat utama (PJU) Mabes Polri.

    Dalam sambutannya, Kapolri memaparkan kondisi global yang tengah memprihatinkan akibat eskalasi konflik di Timur Tengah. Ia menyoroti konflik Israel-Amerika dan Iran yang meluas hingga berdampak langsung pada fluktuasi harga minyak dunia.

    Jenderal Sigit menyoroti lonjakan harga minyak dunia yang sempat menembus angka di atas USD 110 per barel sebagai dampak serangan terhadap fasilitas energi di kawasan tersebut.

    “Jika ini terus dibiarkan tanpa kendali dan harga minyak terus meningkat, kekuatan fiskal kita akan sangat berat menahan subsidi BBM. Imbasnya bisa terjadi lonjakan harga dan inflasi yang mengganggu program pembangunan,” ujar Jenderal Sigit.

    Menyikapi tantangan tersebut, Kapolri menegaskan bahwa TNI dan Polri memiliki kewajiban konstitusional untuk mengawal program-program kemandirian yang dicanangkan Presiden Prabowo. Mulai dari hilirisasi industri otomotif dan pertahanan, hingga swasembada pangan dan energi terbarukan.

    “Pemerintah terus mendorong kemandirian agar kita bisa berdiri di atas kaki sendiri. TNI dan Polri wajib mengawal dan mengamankan program-program tersebut, termasuk menjaga iklim investasi agar tetap kondusif melalui stabilitas keamanan dan politik,” tegasnya.

    Jenderal Sigit juga memberikan pesan kuat mengenai sejarah panjang bangsa Indonesia yang pernah pecah belah akibat politik devide et impera. Ia mengingatkan bahwa keberagaman bangsa harus dijaga dengan kekompakan TNI-Polri sebagai ujung tombak Sishankamrata.

    “Pilihan kita adalah bersatu dalam kebinekaan, atau kita akan terpecah belah dan mengalami kemunduran. Sinergitas, soliditas, dan kekompakan TNI-Polri bersama masyarakat adalah kunci agar kita sanggup melewati masa-masa krisis dan menjaga pertumbuhan ekonomi,” imbuh Jenderal Sigit.

  • Menko Polkam Djamari Chaniago Seolah Polisi Tidak Melakukan Apa Apa

    Menko Polkam Djamari Chaniago Seolah Polisi Tidak Melakukan Apa Apa
    Menko Polkam Djamari Chaniago membela Polri, menyatakan bahwa meskipun publik sering menganggap polisi tidak melakukan apa-apa,

    kenyataannya anggota telah bekerja keras siang malam, bahkan tidak cuti, untuk melayani masyarakat. Sorotan tajam masyarakat kerap mengabaikan dedikasi dan banting tulang aparat di lapangan.

    Berikut poin-poin penting terkait narasi tersebut:
    • Pembelaan Menko Polkam: Djamari menegaskan agar anggota Polri tidak berkecil hati atau kecewa atas anggapan publik dan meminta mereka membuktikannya dengan terus melayani.
    • Kinerja Dilapangan: Anggota polisi diklaim bekerja tanpa kenal cuti, termasuk saat hari raya, untuk menjaga keamanan.
    • Konteks Sorotan: Sorotan publik yang deras seolah polisi “tidak becus” atau “tidak bekerja” sering kali didasarkan pada ketidaktahuan atas upaya maksimal yang telah dilakukan.
    Pernyataan ini muncul sebagai upaya memberikan dukungan moral kepada institusi Polri di tengah ketatnya pengawasan masyarakat
  • Menko Polkam Djamari Chaniago Seolah Polisi Tidak Melakukan Apa Apa

    Menko Polkam Djamari Chaniago Seolah Polisi Tidak Melakukan Apa Apa
    Menko Polkam Djamari Chaniago membela Polri, menyatakan bahwa meskipun publik sering menganggap polisi tidak melakukan apa-apa,

    kenyataannya anggota telah bekerja keras siang malam, bahkan tidak cuti, untuk melayani masyarakat. Sorotan tajam masyarakat kerap mengabaikan dedikasi dan banting tulang aparat di lapangan.

    Berikut poin-poin penting terkait narasi tersebut:
    • Pembelaan Menko Polkam: Djamari menegaskan agar anggota Polri tidak berkecil hati atau kecewa atas anggapan publik dan meminta mereka membuktikannya dengan terus melayani.
    • Kinerja Dilapangan: Anggota polisi diklaim bekerja tanpa kenal cuti, termasuk saat hari raya, untuk menjaga keamanan.
    • Konteks Sorotan: Sorotan publik yang deras seolah polisi “tidak becus” atau “tidak bekerja” sering kali didasarkan pada ketidaktahuan atas upaya maksimal yang telah dilakukan.
    Pernyataan ini muncul sebagai upaya memberikan dukungan moral kepada institusi Polri di tengah ketatnya pengawasan masyarakat
  • Polda Metro Jaya meluncurkan program Forum Kemitraan Polri dan Masyarakat Sekolah (FKPMS) di 11 sekolah upayapencegahan perundungan

    Polda Metro Jaya meluncurkan program Forum Kemitraan Polri dan Masyarakat Sekolah (FKPMS) di 11 sekolah upayapencegahan perundungan

    Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri meluncurkan Forum Kemitraan Polri dan Masyarakat Sekolah (FKPMS) pada Rabu (11/3/2026) di Jakarta sebagai upaya memperkuat pencegahan perundungan, deteksi dini, dan penyelesaian persoalan di lingkungan pendidikan. Kegiatan ini dihadiri unsur pemerintah daerah, TNI, tokoh agama, tokoh masyarakat, unsur kewilayahan, pihak sekolah, serta para pelajar, sebagai bentuk sinergi bersama guna menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif di lingkungan sekolah.

    Kapolda Metro Jaya menegaskan bahwa sekolah dan madrasah merupakan tempat tumbuhnya generasi penerus bangsa yang harus dijaga agar tetap aman, tertib, nyaman, dan kondusif. Launching FKPMS ini dilatarbelakangi oleh berbagai tantangan di lingkungan pendidikan, mulai dari perundungan, kekerasan, pelecehan, tawuran, pengaruh negatif media sosial, hingga perilaku menyimpang akibat tekanan sosial. Sepanjang tahun 2025, Polda Metro Jaya juga menangani sekitar 2.706 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di wilayah Jakarta, sehingga perlindungan terhadap anak dinilai masih menjadi tantangan serius yang memerlukan penanganan terpadu.

    “Kehadiran FKPMS merupakan langkah strategis dalam memperkuat kemitraan antara kepolisian, sekolah, orang tua, dan masyarakat. Forum ini dihadirkan sebagai wadah komunikasi, koordinasi, serta pemecahan masalah secara cepat dan tepat, guna menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, tertib, dan kondusif,” kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri.

    Melalui forum tersebut, komunikasi antarunsur sekolah, orang tua, masyarakat, dan kepolisian diperkuat agar setiap potensi gangguan dapat dikenali sejak awal, dipetakan dengan baik, dan ditangani secara cepat serta tepat. Kapolda Metro Jaya juga menekankan pentingnya peran para wakil kepala sekolah bidang kesiswaan serta para ketua OSIS dari SMA, SMK, dan Madrasah Aliyah se-Jakarta Pusat dalam membangun budaya sekolah yang sehat, disiplin, serta bebas dari kekerasan, perundungan, dan penyalahgunaan narkoba. Selain peserta yang hadir secara langsung, kegiatan ini juga diikuti oleh 11 sekolah melalui Zoom Meeting sebagai embrio pembentukan FKPMS di wilayah Jakarta. Langkah tersebut diharapkan dapat diperluas dan ditiru oleh sekolah-sekolah lainnya sebagai upaya bersama dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, tertib, dan kondusif.

    “Dengan adanya embrio FKPMS di 11 sekolah, kami berharap forum kemitraan ini dapat terus dikembangkan di wilayah Jakarta dan menjadi model kolaborasi yang dapat diterapkan di sekolah-sekolah lainnya. Polda Metro Jaya akan terus mendukung langkah-langkah preventif dengan tetap mengedepankan pendekatan humanis dan profesional demi terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, tertib, dan kondusif,” ujar Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri.

    Launching FKPMS diharapkan menjadi awal dari kerja bersama yang lebih nyata dalam membangun ekosistem pendidikan yang aman dan berkelanjutan. Ke depan, forum ini diharapkan mampu menghadirkan peta kerawanan sekolah, jalur komunikasi yang jelas, ruang konseling dan penyelesaian masalah, serta keterlibatan aktif seluruh unsur terkait. Polda Metro Jaya menegaskan komitmennya untuk terus hadir sebagai mitra masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan pendidikan, sebagai bentuk komitmen pelayanan kepada masyarakat dan upaya menjaga stabilitas keamanan di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

  • Polda Metro Jaya meluncurkan program Forum Kemitraan Polri dan Masyarakat Sekolah (FKPMS) di 11 sekolah upayapencegahan perundungan

    Polda Metro Jaya meluncurkan program Forum Kemitraan Polri dan Masyarakat Sekolah (FKPMS) di 11 sekolah upayapencegahan perundungan

    Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri meluncurkan Forum Kemitraan Polri dan Masyarakat Sekolah (FKPMS) pada Rabu (11/3/2026) di Jakarta sebagai upaya memperkuat pencegahan perundungan, deteksi dini, dan penyelesaian persoalan di lingkungan pendidikan. Kegiatan ini dihadiri unsur pemerintah daerah, TNI, tokoh agama, tokoh masyarakat, unsur kewilayahan, pihak sekolah, serta para pelajar, sebagai bentuk sinergi bersama guna menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif di lingkungan sekolah.

    Kapolda Metro Jaya menegaskan bahwa sekolah dan madrasah merupakan tempat tumbuhnya generasi penerus bangsa yang harus dijaga agar tetap aman, tertib, nyaman, dan kondusif. Launching FKPMS ini dilatarbelakangi oleh berbagai tantangan di lingkungan pendidikan, mulai dari perundungan, kekerasan, pelecehan, tawuran, pengaruh negatif media sosial, hingga perilaku menyimpang akibat tekanan sosial. Sepanjang tahun 2025, Polda Metro Jaya juga menangani sekitar 2.706 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di wilayah Jakarta, sehingga perlindungan terhadap anak dinilai masih menjadi tantangan serius yang memerlukan penanganan terpadu.

    “Kehadiran FKPMS merupakan langkah strategis dalam memperkuat kemitraan antara kepolisian, sekolah, orang tua, dan masyarakat. Forum ini dihadirkan sebagai wadah komunikasi, koordinasi, serta pemecahan masalah secara cepat dan tepat, guna menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, tertib, dan kondusif,” kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri.

    Melalui forum tersebut, komunikasi antarunsur sekolah, orang tua, masyarakat, dan kepolisian diperkuat agar setiap potensi gangguan dapat dikenali sejak awal, dipetakan dengan baik, dan ditangani secara cepat serta tepat. Kapolda Metro Jaya juga menekankan pentingnya peran para wakil kepala sekolah bidang kesiswaan serta para ketua OSIS dari SMA, SMK, dan Madrasah Aliyah se-Jakarta Pusat dalam membangun budaya sekolah yang sehat, disiplin, serta bebas dari kekerasan, perundungan, dan penyalahgunaan narkoba. Selain peserta yang hadir secara langsung, kegiatan ini juga diikuti oleh 11 sekolah melalui Zoom Meeting sebagai embrio pembentukan FKPMS di wilayah Jakarta. Langkah tersebut diharapkan dapat diperluas dan ditiru oleh sekolah-sekolah lainnya sebagai upaya bersama dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, tertib, dan kondusif.

    “Dengan adanya embrio FKPMS di 11 sekolah, kami berharap forum kemitraan ini dapat terus dikembangkan di wilayah Jakarta dan menjadi model kolaborasi yang dapat diterapkan di sekolah-sekolah lainnya. Polda Metro Jaya akan terus mendukung langkah-langkah preventif dengan tetap mengedepankan pendekatan humanis dan profesional demi terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, tertib, dan kondusif,” ujar Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri.

    Launching FKPMS diharapkan menjadi awal dari kerja bersama yang lebih nyata dalam membangun ekosistem pendidikan yang aman dan berkelanjutan. Ke depan, forum ini diharapkan mampu menghadirkan peta kerawanan sekolah, jalur komunikasi yang jelas, ruang konseling dan penyelesaian masalah, serta keterlibatan aktif seluruh unsur terkait. Polda Metro Jaya menegaskan komitmennya untuk terus hadir sebagai mitra masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan pendidikan, sebagai bentuk komitmen pelayanan kepada masyarakat dan upaya menjaga stabilitas keamanan di wilayah hukum Polda Metro Jaya.